Jumat, 06 Januari 2017

1 Januari 2017

Its been awhile since the last time I write in here, in this blog. atau emang saya tidak pernah menulis ya di blog ini. Well, memang sih untuk konsisten didalam apapun itu sulit terlebih lagi kita tidak dilatih untuk ini. anyway kenapa malah jadi cerita masalah blog ini ya. lets begin the story tho'.

     At the end of 2016 it was incredible. I spent my last night on 2016 with my brother not in real particular brother, abang sepupu tepatnya. but still I consider him as my brother cause we close enough #bromance. Last night of that day I spent with him with a lot of things dan salah satunya ialah menonton Manchester United Vs Middlesbrough yang mana tidak di tayangkan di tivi lokal dan mengharuskan kita untuk streaming melalui koneksi internet. Well, some people out there spent their last night of 2016 with jalan jalan, party, hangout and so on while we only watched football *nangis di pojokan*. tak lama setelah menonton bola kami memutuskan untuk membakar sate dan jagung yang telah di sediakan dari rumah abang saya sendiri. sambil membakar sate, beberapa dari adik saya telah memasang infokus untuk menonton film pilihan mereka yaitu Train to Busan.

     Jam sudah menunjukan pukul 00.00, serentak pula kembang api dari sekeliling rumah menyala. namun bukan itu hal yang aku fokuskan tetapi aku lebih memfokuskan diri ke timeline Twitter yang cukup menarik pada malam itu dan beberapa chat personal yang masuk ke handphoneku. beberapa di antara nya memberikan selamat, beberapa yang lain memberikan doa yang terbaik. namun hanya satu orang yang cukup membuatku menunggu ucapan darinya. Dan dia jugalah orang yang mematahkan semangat hari ulang tahunku tepat tengah malam tersebut. dia tahu, dia selalu tahu kalo aku adalah orang yang senang dengan pesan yang tersusun rapi dan telah direncanakan sebelumnya. namun beberapa kalimat setelah ucapan ulang tahun itu langsung membuatku patah hati, dia memang mendoakan namun konsep yang ia tulis dibalik tulisan doanya itu tak dapat dikenang sekalipun, akupun tak dapat membaca excitement yang ada didalam teks tersebut. namun aku coba berfikir sebaikannya aku mengucapkan terima kasih karena setidaknya ia masih sempat untuk mengucapkan doa doa yang ada didalamnya. berbekal terima kasih aku pun berusaha menyembunyikan perasaan yang sebenarnya. sakit? pasti. Namun memang tak semestinya manusia berharap pada seseorang begitu tinggi. malam itu berakhir dengan perasaan gelisah yang tak mengerti harus di selesaikan bagaimana caranya.

      10.00 AM. pagi itu cukup cerah, I make a plan with my sister but overall both of us decide to... sleep again until 1pm. selesai dengan pekerjaan rumah di tanggal satu kami akhirnya memutuskan untuk pergi bersama keluarga. aku, mama, kakak, adikku, serta dua orang adik sepupu ikut dalam rombongan sore itu. didalam hati sebenarnya aku sudah mengumam "I wish I could go away with myself but no! I cant! I should enjoy it with them. and first destination: Taman Jomblo. Sore di taman Jomblo di hari minggu merupakan pilihan yang bagus untuk orang orang yang suka akan keramaian. tak lama berada disana hanya sekitar 1-2 jam, akupun sibuk dengan kamera untuk mengambil beberapa foto yang ada di taman tersebut dan beberapa footage video while the others start siting under the tree to receive free wifi which provided by Mayor Jambi city.

      After magrib, my sister told me that she wants to meet her friends at Lippo Mall, So I need to carry them to the Mall. At the first I was so much bored to death after dinner, there is nothing I can do until I start walking into public area and look people around me. I just watching them nice and quietly. I saw some of them smile the others tired and angry and so on. Then, I figure it out everything. What I need to bless is I still alive and still healthy despite all of Broken-heart-thing lately over everything. karena kadang banyak ngeluhnya, kadang banyak mikirnya, dan kadang hanya fokus pada satu hal yang gak menentu. tapi yang paling penting sekarang adalah kebahagiaan yang muncul kalo kita pantas untuk bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar