Rabu, 29 Maret 2017

Do you deserve for second chances?

        Sebelum menjawab pertanyaan di atas, saya ingin mengulang kembali salah satu kejadian yang pernah terjadi selama 4 tahun saya kuliah meskipun sampai detik ini saya belum mendapatkan gelar S.Pd itu.
#BebaskanMahasiswaDariSkripsi
#BebaskanMahasiswaDariDosenKejam
#BebaskanDiaDariPacarnya.

        Siang itu, beberapa teman saya maju untuk mempresentasikan hasil diskusi dari kelompok mereka. Setengah lelah, mereka maju dengan materi yang mungkin mereka siapkan sebelumnya. Setelah beberapa menit menyampaikan diskusi kelompok, sampai lah mereka pada tahap sesi tanya jawab. Di dalam sesi tanya jawab itu pemateri mendapatkan pertanyaan yang relevan dan masuk akal dengan materi yang mereka sampaikan. Namun, entah karena mereka menyiapkan materi secara asal asalan atau memang mereka tidak menguasai materi akhirnya mereka pasrah. kalau kita situasikan percakapan pada waktu itu kurang lebih bakal seperti ini.

       Pemateri: Any question? *dengan memasang muka menodong supaya tidak banyak tanya*
Peserta: You mention a couple of things about bla bla bla bla...
Pemateri: We would like to find another question while we discuss about your question, anyone else?
Peserta:.... *hening teratur*
Pemateri: Oke, base on your question we would like to answer it with simple answer. Well, it depends on the context, if you think bla bla bla you will get bla bla bla 
Peserta: What if the situation shows us about bla bla bla.
Pemateri: oke, back again, it depends on you. itu tergantung dari anda mbak dalam menyikapinya. *still ignoring*
Nb= I dont know what they talking about at that time cause im so sleepy yet I dont understand the subject. so, how did you know about conversation? 
NB = I just make a conclusion from what I heard. just like that. 

       Begitulah kurang lebih diskusi pada siang itu. disatu sisi pemateri ada benarnya menjawab dengan depends on you, tapi di sisi lain saya merasa kesal karena si pemateri hanya menjawab pertanyaan yang sesimple itu tanpa ada solusi yang bisa diberikan secara konkret. Disitu saya merasakan relatable dari jawaban yang diberikan oleh si pemateri dalam kehidupan sehari hari maupun masalah hati.

       Well, after I spend my 4 years for learning in university, the only thing that I can remember is that thing. Hmmm, nggak saya gak sebego itu kok banyak yang saya pelajari. Namun itu adalah beberapa contoh yang akan selalu saya kenang dari kuliah saya. Dan dari pengalaman itu juga saya ingin menyatakan apakah memang pantas untuk kita mendapatkan kesempatan ke dua? atau ke tiga? atau bahkan ke empat?

     Semuanya bergantung kembali kepada konteks masalah yang ada. Ditambah dengan seberapa rumit masalah itu dan seberapa besar seseorang yang telah kita kecewakan itu juga termasuk salah satu perhitungan untuk mendapatkan kesempatan kedua. In case whenever you fall in love then the relationship become complicated, then you broke up, then you sad, then you miss him/her. Just think about this line "Do you deserve a second chances with her/him?

     Jawabannya cuma satu: tergantung masalah yang kalian hadapi. Apa memang benar masalah yang kalian hadapi itu cukup besar sehingga membuat kalian gak bisa bersatu sama lain atau hanya masalah sepele yang terkadang hanya muncul di karenakan lupa untuk membalas chat karena ketiduran?

    Sebagian besar orang mungkin masih memiliki kesempatan kedua dengan mudahnya karena beralaskan cinta, belum lagi mereka yang mengatasnamakan sayang yang memberikan kesempatan kedua meskipun telah disakiti sebelumnya. Lebih hebatnya lagi combo sayang dan cinta yang mampu memaafkan segalanya sehingga muncul lah kesempatan ketiga ataupun ke empat. lagi lagi mereka di permainkan oleh cinta dan perasaan.

    Di lain posisi kesempatan kedua diberikan karena seseorang ingin melihat dan mencoba memperbaiki suatu hubungan yang telah rapuh sebelumnya. Dan dari sana pula pilihan mereka bercabang menjadi dua arah. Yang pertama ialah mereka berhasil dan menjalakan hubungan serta memperbaiki hal yang telah rapuh sebelumnya dan yang kedua ialah mereka mereka yang menyia nyiakan kesempatan yang ada ntah karena sengaja mencari ulah atau memang sesuatu yang 'rusak' tak bisa di perbaiki lagi.

   Sebagian besar lainnya untuk mendapatkan kesempatan kedua saja harus jungkir balik dikarenakan kesalahan mereka sendiri yang sangat fatal. Bahkan untuk sekedar mendapatkan kalimat maaf saja sungguh sulit, biasanya itu terjadi karena perbuatan yang telah terjadi sebelumnya dan benar saja perbuatan itu akan selalu membakas sehingga menjadi memori yang tak akan pernah di ulangi lagi. Disitulah kita para 'pencari' kesempatan kedua harus sadar bahwa kita harus maju dan tak perlu lagi untuk mengharapkan kesempatan kedua itu datang lagi.

   Pada akhirnya semua kesempatan itu membutuhkan waktu karena sesuatu yang tersakiti akan terobati atau memang semesta yang mempertemukan kembali.

Rabu, 11 Januari 2017

Stranger Things

Have you ever feel something weird?
Have you ever feel something that you cant even describe with your own words?
Have you ever feel something lost inside of you but you don't lose anything?
Yep, Im talking about Stranger things.

     Bukan, Bukan series Tv yang aku bicarakan. bukan pula tentang hal hal mistis yang berkaitan dengan hal yang gaib. namun ini tentang perasaan yang bahkan kita tak tahu apa jawabannya. karena hal yang biasa nya terjadi ini dikarenakan kita tidak menginginkannya namun perasaan ini tetap muncul. lebih tepatnya disebut tentang pemaksaan yang membuat kita memikirkannya. makanya kebanyakan orang memang menghindari dari hal hal aneh yang menyangkut tentang perasaannya. Karena itupula mereka menyerah terhadap perasaan mereka sendiri.

       Banyak hal yang dapat muncul tentang perasaan perasaan aneh. mungkin salah satu contoh yang bisa aku ceritakan ialah tentang bagaimana perasaan yang berubah ubah dari apa yang kita rasakan terhadap satu orang. Satu orang yang mampu mengubah sudut pandang kita sendiri tanpa kita sadari. Satu orang yang kita anggap bisa membuat kita bahagia namun itu hanyalah sebuah harapan, satu orang yang kita pikir dia tidak akan mengecewakan diri kita tapi dia sukses membuat diri kita merasa terkecewakan, bahkan satu orang yang mampu membuat kita berfikir perasaan apa yang sebenarnya terjadi terhadap diri kita sendiri.

    Biasanya Stranger things yang menyangkut tentang perasaan ada didalam dua fase.
1. Fase pendekatan atau yang biasa kita sebut dengan PDKT (Approach Fase)
2. Fase patah hati. Entah itu patah hati ketika masih menjalin sebuah hubungan atau patah hati ketika dua orang untuk tidak berkomitmen satu sama lain. (Broken Fase)

    Ulasan pertama jelas tentang fase pendekatan. Didalam fase ini kebanyakan orang bakal merasakan hal hal aneh yang berkaitan tentang perasaan mereka, yang mana mereka sendiri tidak mampu untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada diri mereka sendiri. Kebanyakan dari mereka yang memasuki fase ini lebih rentan untuk Stalking dan Kepo untuk mengetahui apa aktifitas yang mereka (Doi) senangi, aktifitas yang bahkan seharusnya tidak untuk kita ketahui namun beralaskan perasaan aneh tadi kita jadi ingin tahu.

   Orang orang yang memasuki fase pendekatan biasanya bakal mudah untuk percaya hal hal yang manis yang mampu membuat mereka tersenyum, tertawa, dan berbahagia. kondisi ini cenderung kedalam emosi yang membuat mereka bahagia. mereka tau terkadang hal hal yang dibahas itu biasanya gombal atau some kind of bullshit tapi disatu sisi mereka hanya ingin merasakan kebahagian itu. dan itulah yang bisa kita katakan dengan stranger things coming up at the first. karena di fase inilah mereka mencoba untuk memulai sebuah jalinan asmara.

   Fase lainnya ialah ketika mereka patah hati. hal hal yang terjadi ketika orang patah hati biasanya memang membuat sebagian orang tak mampu menjelaskan dengan kata kata, bahkan mereka sendiri tidak tau bagaimana menyikapi perasaan aneh yang muncul ketika mereka patah hati. Ada yang merasa sangat marah, ada yang merasa bersyukur, ada pula berbahagia ketika mereka patah hati. kondisi patah hati seseorang biasanya di pengaruhi dari pasangan mereka masing masing, entah mereka mulai menyadari ketidak cocokan yang terus di paksakan ataupun mereka sadar akan adanya kebenaran dibalik hubungan mereka.
 
   Fase ini condong kedalam emosi yang membuat seseorang merasakan sakit, yang dapat membuat seseorang merasakan sedih bahkan depresi. Emosi seseorang ketika patah hati biasanya tak menentu, yang mana mereka biasanya bakal melampiaskan emosi mereka kesesuatu yang membuat mereka merasa lebih baikan setelah melakukannya. Tidur, makan, hangout, atau hanya meratapi apa yang sudah terjadi.

   Singkat cerita Stranger things bisa muncul kepada semua orang, entah itu berupa perasaan aneh yang memang mereka kehendaki atau perasaan aneh yang bahkan mereka tak mau memikirkannya namun perasaan itu selalu muncul dan menghantui pada diri kita sendiri.

        "That's weird when someone change us into different person with different perspective"

Jumat, 06 Januari 2017

1 Januari 2017

Its been awhile since the last time I write in here, in this blog. atau emang saya tidak pernah menulis ya di blog ini. Well, memang sih untuk konsisten didalam apapun itu sulit terlebih lagi kita tidak dilatih untuk ini. anyway kenapa malah jadi cerita masalah blog ini ya. lets begin the story tho'.

     At the end of 2016 it was incredible. I spent my last night on 2016 with my brother not in real particular brother, abang sepupu tepatnya. but still I consider him as my brother cause we close enough #bromance. Last night of that day I spent with him with a lot of things dan salah satunya ialah menonton Manchester United Vs Middlesbrough yang mana tidak di tayangkan di tivi lokal dan mengharuskan kita untuk streaming melalui koneksi internet. Well, some people out there spent their last night of 2016 with jalan jalan, party, hangout and so on while we only watched football *nangis di pojokan*. tak lama setelah menonton bola kami memutuskan untuk membakar sate dan jagung yang telah di sediakan dari rumah abang saya sendiri. sambil membakar sate, beberapa dari adik saya telah memasang infokus untuk menonton film pilihan mereka yaitu Train to Busan.

     Jam sudah menunjukan pukul 00.00, serentak pula kembang api dari sekeliling rumah menyala. namun bukan itu hal yang aku fokuskan tetapi aku lebih memfokuskan diri ke timeline Twitter yang cukup menarik pada malam itu dan beberapa chat personal yang masuk ke handphoneku. beberapa di antara nya memberikan selamat, beberapa yang lain memberikan doa yang terbaik. namun hanya satu orang yang cukup membuatku menunggu ucapan darinya. Dan dia jugalah orang yang mematahkan semangat hari ulang tahunku tepat tengah malam tersebut. dia tahu, dia selalu tahu kalo aku adalah orang yang senang dengan pesan yang tersusun rapi dan telah direncanakan sebelumnya. namun beberapa kalimat setelah ucapan ulang tahun itu langsung membuatku patah hati, dia memang mendoakan namun konsep yang ia tulis dibalik tulisan doanya itu tak dapat dikenang sekalipun, akupun tak dapat membaca excitement yang ada didalam teks tersebut. namun aku coba berfikir sebaikannya aku mengucapkan terima kasih karena setidaknya ia masih sempat untuk mengucapkan doa doa yang ada didalamnya. berbekal terima kasih aku pun berusaha menyembunyikan perasaan yang sebenarnya. sakit? pasti. Namun memang tak semestinya manusia berharap pada seseorang begitu tinggi. malam itu berakhir dengan perasaan gelisah yang tak mengerti harus di selesaikan bagaimana caranya.

      10.00 AM. pagi itu cukup cerah, I make a plan with my sister but overall both of us decide to... sleep again until 1pm. selesai dengan pekerjaan rumah di tanggal satu kami akhirnya memutuskan untuk pergi bersama keluarga. aku, mama, kakak, adikku, serta dua orang adik sepupu ikut dalam rombongan sore itu. didalam hati sebenarnya aku sudah mengumam "I wish I could go away with myself but no! I cant! I should enjoy it with them. and first destination: Taman Jomblo. Sore di taman Jomblo di hari minggu merupakan pilihan yang bagus untuk orang orang yang suka akan keramaian. tak lama berada disana hanya sekitar 1-2 jam, akupun sibuk dengan kamera untuk mengambil beberapa foto yang ada di taman tersebut dan beberapa footage video while the others start siting under the tree to receive free wifi which provided by Mayor Jambi city.

      After magrib, my sister told me that she wants to meet her friends at Lippo Mall, So I need to carry them to the Mall. At the first I was so much bored to death after dinner, there is nothing I can do until I start walking into public area and look people around me. I just watching them nice and quietly. I saw some of them smile the others tired and angry and so on. Then, I figure it out everything. What I need to bless is I still alive and still healthy despite all of Broken-heart-thing lately over everything. karena kadang banyak ngeluhnya, kadang banyak mikirnya, dan kadang hanya fokus pada satu hal yang gak menentu. tapi yang paling penting sekarang adalah kebahagiaan yang muncul kalo kita pantas untuk bahagia.

Jumat, 17 Mei 2013

Welcome back!

Assalamualaikum Wr.Wb!!! Waaaaa, beneran nih blog penuh usang dan debu karena jarang banget diketik karena kesibukan gue. sebenarnya blog ini udah lama gue buat tapi yaa karena gak ada niatan untuk nge-post sesuatu + dulu gue gak ngerti gunainnya gimana ya gue terlantarin begitu aja. Mulai sekarang gue berusaha lagi untuk "menghidupkan" blog ini lagi. Dan maka dari itu mohon bantuannya ya teman teman dalam mengebangkan kembali blog gue ini. Oh ya satu lagi kalopun ada post palingan cerita flashback gue, karena memang gak sempat untuk gue tulis disini. Kemudian juga gue mencoba untuk membenarkan template yang ada di blog ini supaya lebih enak untuk di lihat. oke cuma itu yang pengen gue sampaikan semoga berjumpa lagi di next post yaa. keep stay tune ;)